Friday, July 28, 2017

Puisi Tentang Indonesia

Puisi Tentang Indonesia
Surat Buat Indonesiaku


Kepada:
Indonesiaku.

Kamulah tempat lahirku
Kamulah tempat darahku
Wahai pertiwiku

Inginku mohon padamu
Perhatikan nasib rakyatmu
Mereka tak bisa nikmati hari bahagiamu
Mereka masih menderita
Mereka hanya memikirkan makan untuk keluarga

Sampai di sini dulu permohonanku
Wahai Indonesiaku

Maafkan Aku Indonesiaku


Bendera-bendera merah putih
Dipasang di depan rumah-rumah
Melambangkan arti hari bahagia Indonesia

Tapi maafkan aku Indonesia
Karena tak punya bendera
Benderaku hanya dua potong kain bekas
Yang disambung
Yang merah robek seperempat
Tapi dijahit lagi oleh nenekku

Maafkan aku Indonesia
Karena hanya bisa nyanyikan
Lagu Indonesia Raya

Sekali lagi maafkan aku Indonesia
Karena hanya puisi ini
Hadiah yang dapat kuberi

Kisah Klasik Bangsa Kita


Bangsa ini sudah lama terdiam
Masih percaya sang waktu tentukan nasib
Masih diperbudak oleh penindasan
Selalu menghamba pada ketakutan

Renungkanlah!! Negara ini belum merdeka
Bila semua beranggap
Yang berkuasalah yang terbenar
Otak dipakai berpikir
Tangan dipakai untuk menunjuk kebenaran
Gunakan mulut tuk suarakan kebebasanmu
Ingatlah, tak ada seorangpun
Yang berhak memperlakukanmu seperti robot

Seseorang yang jajankan pikiranmu
Sesungguhnya ia tak berotak
Yang sembunyikan kebenaran
Ialah tak bertangan
Yang membungkam mulutmu ialah si bodoh
Yang tak tahu kebenaran lebih dari sekedar uang

Ingatlah:
Kisah momok hiyong belum selesai
Jika kau diam tak melawan
Ia masih inginkan darahmu
Memeras otakmu
Merampas kebebasanmu
Takkan pedulikan walaupun Tuhan tahu

Bila aktivis masih ditangkap karena orasinya
Bila penyair dihilangkan karena puisinya
Bila buruh diperkosa kemudian di bunuh
Karena tuntutan gajinya
Itu tandanya penguasa tak butuh kesejahteraan negara

Dan bila hak masih dianggap racun mematikan
Serta kisah klasik ini masih terus saja dijalankan
Maka, tunjukkan senjata kita:
“Perlawanan!!!”

Egoku Tentang Negeri Ini


Hidup di negeri ini penuh arti
Terasa ngeri
Banyak orang yang dibunuhi
Banyak orang yang diculiki
Tapi, aku tetap cinta negeri ini

Hidup di negeri ini bagai di penjara
Banyak yang menderita
Banyak yang sengsara
Hingga bagai di neraka
Tapi, aku tetap cinta negeri ini

Hidup di negeri ini keras bagai batu
Banyak raja ratu palsu
Tapi, aku tak mau tahu
Karena…
Aku tetap cinta negri ini

NEGERIKU SEMAKIN PIKUN


Sebuah jiwa melayang-layang berkeliling negeri
Negeri Indonesia katanya jaya sakti
Namun siapa tahu dengan hati pertiwi
Yang terus menunggu terwujudnya janji-janji

Janji itu senandungkan topeng bernyawa
Yang begitu cepat menarik hati bangsa
Tentang pemerintahan nan damai sentosa
Namun siapa tahu malah jadikan kecewa

Jiwa itu keheranan dengan Indonesianya
Dulu pernah dengar sumpah janji
Tuk hapuskan segala korupsi
Namun semua hanya pidato semata

Rakyat minta jaya
Tapi mengapa penguasa diam saja?
Sedangkan bila rakyat berontak
Mengapa malah diancam senjata

Jiwa itu bingung dan mengeluh
Apakah Indonesia tak inginkan perubahan
Sudah lama  bangsa bungkam tak bicara
Namun penguasa seenaknya saja

Mau jadi apa bangsa ini
Jika orang makin pintar malah dihilangkan
Jika semangat-semangat bangsa ini malah dilupakan
Ekonomo macet, hutang akan menunggu
Namun di kursi atas malah enak minum-minum

Bila banyak perampok, pencopet berdasi dan pencuri
Jangan pula salahkan bangsa ini
Mungkin mereka tak ber-asa lagi
Untuk biasay makan sehari-hari

Namun saat tibanya pangkat seorang pejabat
Mengapa tak berikan yang terbaik untuk rakyat?
Segala sesuatu dihalalkan
Hanya untuk dapatkan kursi jabatan
Jiwa itu bertanya, “dengan apa?”
Yeah…tak asing lagi
Demi kata menang ia jalankan politik uang
Bukannya jujur tapi bangsa semakin hancur

Jiwa itu sesak, ia ingin berontak, lantas berteriak;
“Kami butuh perubahan!
Bukanlah sumpah serapah
Ataupun suap menyuap
Namun satu kesadaran hati
Tuk menuju keadilan sejati.”

Oleh: Fitri Nganthi Wani

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com